Jump to content

Bapu Yunus Nani: Difference between revisions

From Ensiklopedi Polahi
Created page with "alt=Dokumentasi Soga|thumb|673x673px|Masyarakat Polahi, Dokumentasi Soga Bapu Yunus Nani, adalah salah satu dari lima orang masyarakat Polahi yang telah hidup membaur dengan masyarakat di desa bihe."
 
mNo edit summary
Line 1: Line 1:
[[File:Bapu Yunus Nani.png|alt=Dokumentasi Soga|thumb|673x673px|Masyarakat Polahi, Dokumentasi Soga]]
[[File:Bapu Yunus Nani 1.png|thumb|646x646px|Masyarakat Polahi, Dokumentasi Soga]]
Bapu Yunus Nani, adalah salah satu dari lima orang masyarakat Polahi yang telah hidup membaur dengan masyarakat di desa bihe.
Bapu Yunus Nani, adalah salah satu dari lima orang masyarakat Polahi yang telah hidup membaur dengan masyarakat di desa bihe. Pemerintah Desa Bihe memberikan fasilitas tempat tinggal berupa satu unit rumah Mahayani kepada Bapu Yunus Nani. Rumah tersebut terletak di belakang masjid dan berdampingan dengan Kantor Desa Bihe. Pada bulan September 2024, Kementerian Pariwisata menetapkan Desa Bihe sebagai salah satu dari 50 desa penerima Anugerah Desa Wisata (ADWI). Penghargaan ini disampaikan oleh Dessy Ruhati, Deputi Bidang Kebijakan Strategis. Terdapat dua alasan utama yang mendasari penetapan tersebut, yakni keberadaan komunitas Polahi dan potensi wisata alam berupa '''Botu Kapali River Tubing.'''
 
Bapu Yunus Nani mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah terhadap masyarakat Polahi di desa ini tergolong besar. Mereka secara rutin menerima bantuan sosial dari pemerintah desa maupun Dinas Sosial. Selain rumah Mahayani, pemerintah juga menyediakan alat tempa besi sebagai upaya pemberdayaan ekonomi bagi Bapu Yunus Nani. Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa permintaan jasa pembuatan atau perbaikan pisau dan parang tidak terjadi setiap hari. Dalam satu bulan, terkadang hanya satu hingga dua orang yang datang, bahkan bisa tidak ada sama sekali. Peningkatan permintaan biasanya terjadi menjelang momen-momen besar seperti Hari Raya Idulfitri, Iduladha, awal Ramadan, atau saat musim panen tiba di kebun maupun sawah.<sup>[[Zainudin Soga, Aditya Fathoanh Toreh, Nur Shadiq Sandimula ( 2025), " Mobilitas Budaya: Perilaku Dan Bahasa Masyarakat Adat Polahi Dalam Pemutakhiran Dan Penyusunan Sinkronisasi-Diakronisasi Gramatikal Gorontalo-Arab|1]]</sup>
 
== Referensi ==
 
# <small>Zainudin Soga, Aditya Fathoanh Toreh, Nur Shadiq Sandimula ( '''2025),''' " '''Mobilitas Budaya: Perilaku Dan Bahasa ''Masyarakat Adat Polahi'' Dalam Pemutakhiran Dan Penyusunan Sinkronisasi-Diakronisasi Gramatikal Gorontalo-Arab'''</small>

Revision as of 02:58, 5 June 2026

Masyarakat Polahi, Dokumentasi Soga

Bapu Yunus Nani, adalah salah satu dari lima orang masyarakat Polahi yang telah hidup membaur dengan masyarakat di desa bihe. Pemerintah Desa Bihe memberikan fasilitas tempat tinggal berupa satu unit rumah Mahayani kepada Bapu Yunus Nani. Rumah tersebut terletak di belakang masjid dan berdampingan dengan Kantor Desa Bihe. Pada bulan September 2024, Kementerian Pariwisata menetapkan Desa Bihe sebagai salah satu dari 50 desa penerima Anugerah Desa Wisata (ADWI). Penghargaan ini disampaikan oleh Dessy Ruhati, Deputi Bidang Kebijakan Strategis. Terdapat dua alasan utama yang mendasari penetapan tersebut, yakni keberadaan komunitas Polahi dan potensi wisata alam berupa Botu Kapali River Tubing.

Bapu Yunus Nani mengungkapkan bahwa perhatian pemerintah terhadap masyarakat Polahi di desa ini tergolong besar. Mereka secara rutin menerima bantuan sosial dari pemerintah desa maupun Dinas Sosial. Selain rumah Mahayani, pemerintah juga menyediakan alat tempa besi sebagai upaya pemberdayaan ekonomi bagi Bapu Yunus Nani. Meskipun demikian, ia menjelaskan bahwa permintaan jasa pembuatan atau perbaikan pisau dan parang tidak terjadi setiap hari. Dalam satu bulan, terkadang hanya satu hingga dua orang yang datang, bahkan bisa tidak ada sama sekali. Peningkatan permintaan biasanya terjadi menjelang momen-momen besar seperti Hari Raya Idulfitri, Iduladha, awal Ramadan, atau saat musim panen tiba di kebun maupun sawah.1

Referensi

  1. Zainudin Soga, Aditya Fathoanh Toreh, Nur Shadiq Sandimula ( 2025), " Mobilitas Budaya: Perilaku Dan Bahasa Masyarakat Adat Polahi Dalam Pemutakhiran Dan Penyusunan Sinkronisasi-Diakronisasi Gramatikal Gorontalo-Arab