Jump to content

New pages

New pages
Hide registered users | Show bots | Show redirects

15 September 2026

14 September 2026

  • 23:0423:04, 14 September 2026 Artape (hist | edit) [1,600 bytes] Admin (talk | contribs) (Created page with "thumb|400x400px [https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=343 Artape] atau Artapel merupakan istilah dalam bahasa gorontalo yang berarti kentang<sup>1</sup>. Kentang adalah tanaman pangan yang menghasilkan umbi yang tumbuh d...") Tag: Visual edit
  • 22:4422:44, 14 September 2026 Nanati (hist | edit) [1,592 bytes] Admin (talk | contribs) (Created page with "thumb|400x400px [https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=5530 Nanati], adalah istilah dalam bahasa gorontalo untuk Nenas buah dari tanaman ''Ananas comosus'', termasuk famili Bromeliaceae. Dalam bahasa Indonesia, nenas juga umum disebut nanas. Nanas merupakan tanaman buah tropis yang memiliki daun panjang, sempit, keras, dan tersusun membentuk roset. Buahnya berbentuk lonjong hingga silindris, memiliki kulit bersisik berwarna hijau,kuning atau...") Tag: Visual edit

6 September 2026

31 August 2026

10 August 2026

  • 20:1320:13, 10 August 2026 Hulapa (hist | edit) [4,176 bytes] Admin (talk | contribs) (Created page with "Hulapa, adalah istilah dalam bahasa Gorontalo untuk salah satu jenis bambu berukuran kecil dengan batang yang relatif tipis, lurus, dan ringan. Bambu ini merupakan salah satu tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat Polahi untuk berbagai keperluan sehari-hari, terutama sebagai bahan perkakas sederhana, bahan anyaman, serta kebutuhan pertanian. Hulapa memiliki ciri umum berupa: batang berukuran kecil dan ramping; diameter batang relatif tipis; bentuk batang lurus dan meman...")

19 July 2026

  • 21:1821:18, 19 July 2026 Ponggo (hist | edit) [3,519 bytes] Admin (talk | contribs) (Created page with "'''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=6760 Ponggo]''' merupakan salah satu sosok dalam cerita rakyat dan tradisi lisan masyarakat Gorontalo yang diwariskan secara turun-temurun. Dalam kepercayaan masyarakat Polahi, Ponggo digambarkan sebagai makhluk gaib yang sering dikaitkan dengan tempat-tempat sunyi, seperti hutan, kebun, atau kawasan yang jarang dilalui manusia. Keberadaan Ponggo lebih dikenal melalui cerita, nasihat orang tua, dan berbagai kisah rakyat daripa...") Tag: Visual edit
  • 20:5120:51, 19 July 2026 Lati (hist | edit) [1,531 bytes] Admin (talk | contribs) (Created page with "'''''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=4269 Lati]''''', Dalam bahasa Gorontalo, kata '''''[https://kamusgorontalo.com/detail.php?id=4269 lati]''''' umumnya berarti setan, hantu, atau makhluk halus. Kata ini sering digunakan dalam percakapan sehari-hari untuk merujuk pada hal-hal supranatural, misalnya ''walauu mohe lo lati'' yang berarti "anakku takut setan". Masyarakat ''Polahi'' juga memiliki sistem kepercayaan terhadap sejumlah jenis makhluk halus yang mereka...") Tag: Visual edit
  • 20:2420:24, 19 July 2026 Sabuwa (hist | edit) [2,422 bytes] Admin (talk | contribs) (Created page with "alt=dokumentasi soga|thumb|300x300px|Sabuwa '''''Sabuwa'',''' dalam kamus bahasa gotontalo adalah pondok, gubuk, tempat sederhana berbentuk rumah atau tempat yang sengaja dibangun di tengah kebun atau sawah untuk menjaga padi. Juga berfungsi sebagai tempat beristirahat sementara para petani. '''''Sabuwa,''''' ''' '''oleh masyarakat ''Polahi,'' diartikan sebagai tempat penyimpanan hasil panen. Dalam praktiknya, masyarakat ''Polahi'' membangun lumbung...") Tag: Visual edit

12 July 2026

  • 20:3320:33, 12 July 2026 Molapo (hist | edit) [6,141 bytes] Admin (talk | contribs) (Created page with "'''Molapo''' merupakan ritual pengasapan lahan pertanian yang dilakukan oleh ''Panggoba'' sebagai bagian dari praktik pertanian tradisional masyarakat. Ritual ini bertujuan untuk melindungi tanaman dari serangan hama, terutama ulat, serta menjaga keberlangsungan pertumbuhan tanaman. Dalam satu siklus tanam, ''Panggoba'' umumnya melaksanakan ritual ''Molapo'' sebanyak tiga hingga lima kali. Pelaksanaannya tidak terikat pada waktu tertentu, melainkan disesuaikan dengan kon...") Tag: Visual edit

25 June 2026

  • 01:3201:32, 25 June 2026 I'ito (hist | edit) [1,613 bytes] Admin (talk | contribs) (Created page with "'''''i’ito''''', atau '''pohon ''i’ito''''', yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan nama '''''ilito, membongo'',''' atau '''''tanea'',''' dan secara umum disebut sebagai '''pohon nibung''' dalam bahasa Indonesia. Pohon '''''i’ito''''' termasuk dalam keluarga palma (Nur Hasanah dkk, 2019). Batangnya ditumbuhi duri besar berwarna kehitaman, dan memiliki struktur yang kuat serta kokoh. Hal ini menjadikannya material utama dalam pembangunan tempat tinggal masyaraka...") Tag: Visual edit
  • 00:1700:17, 25 June 2026 Tombito (hist | edit) [2,134 bytes] Admin (talk | contribs) (Created page with "alt=dokumentasi Soga|thumb|243x243px|keranjang berbabahan daun woka '''''Tombito,''''' (sering disebut ''tombitoo'' atau ''pedito'') masyarakat ''Polahi'' menggunakan daun woka tanaman palem (''Livistona rotundifolia'') ''tombito'' (atau ''pedito'') sebagai penutup tubuh atau cawat yang dibuat dari anyaman daun woka (sejenis palem hutan/daun lontar). Tanaman ini tumbuh subur  di hutan Gorontalo dan Sulawesi Utara, ''tombito'' adalah nama lokal untuk ta...") Tag: Visual edit

19 June 2026

  • 00:0700:07, 19 June 2026 Pedi (hist | edit) [1,639 bytes] Admin (talk | contribs) (Created page with "alt=dokumentasi adit|thumb|300x300px|media batu ak1k ==== Pedi, Praktik ilmu gaib berupa mantra atau santet (Andriliwan Muhammad dkk, 2023), yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan sebutan ''pedi''. Kepercayaan terhadap ''pedi'' bagian dari budaya Polahi dan menyebar di kalangan masyarakat kampung hingga masyarakat kota di Gorontalo. Ilmu ''pedi'' diyakini dapat menyebabkan berbagai macam gangguan fisik dan psikis, seperti perut yang mem...") Tag: Visual edit