Pedi
Pedi, Praktik ilmu gaib berupa mantra atau santet1, yang dalam bahasa Gorontalo dikenal dengan sebutan pedi. Kepercayaan terhadap pedi bagian dari budaya Polahi dan menyebar di kalangan masyarakat kampung hingga masyarakat kota di Gorontalo. Ilmu pedi diyakini dapat menyebabkan berbagai macam gangguan fisik dan psikis, seperti perut yang membengkak seolah-olah hendak pecah, nyeri dada yang akut, sakit kepala hebat, kondisi kerasukan yang menyebabkan tubuh terasa ingin terbang, sensasi mata seperti akan copot, hingga fenomena aneh seperti keluarnya benda gaib dari mulut atau tubuh (dikenal dengan istilah huhemo) dan gejala lainnya. Meskipun masih banyak masyarakat Gorontalo yang mempercayai keberadaan ilmu pedi, terdapat pula sebagian masyarakat yang menganggapnya sebagai takhayul dan tidak mempercayainya sama sekali. Namun demikian, praktik-praktik terkait pedi masih dijumpai di beberapa wilayah dan dipercaya oleh sebagian kalangan masyarakat sebagai bagian dari warisan ilmu tradisional yang digunakan untuk sesuatu hal gaib.
Salah satu do’a masyarakat Polahi yang diamalkan sebagai bentuk perlindungan diri dari gangguan ilmu hitam atau santet (pedi) :
Mo’ipokudu lati, botu lo pokudu lati
Popoluwala to pinthu lo halawati (pohinggi bisa lo pedi)
Pinthu lo halawati
Popoluwalo to botu lo pokudu lati...
Referensi
Andriliwan Muhammad dkk, 2023